Bogor, [1 Maret 2026] – Realita Indonesia News | Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor menyatakan dukungannya terhadap langkah Wali Kota Bogor dalam proses pemilihan Direksi Perumda Tirta Pakuan, dengan satu penekanan utama: bahwa proses ini bukan sekadar soal pengisian jabatan struktural, melainkan tentang arah peradaban kota.
PMKRI menilai bahwa air bukan hanya layanan publik, tetapi ingatan kolektif kota. Sungai, mata air, jaringan pipa, dan distribusi air adalah bagian dari sejarah sosial masyarakat Bogor yang menghubungkan kampung, pasar, sekolah, rumah ibadah, hingga ruang-ruang kehidupan sehari-hari. Maka memilih direksi Perumda Tirta Pakuan sejatinya adalah memilih cara kota ini merawat hidup warganya.
“Direksi PDAM bukan hanya mengelola air, tetapi mengelola masa depan generasi. Keputusan hari ini akan menentukan apakah anak-anak Bogor nanti tumbuh dalam kota yang adil airnya, atau kota yang airnya hanya adil bagi yang mampu,” tegas Frigy Ketua PMKRI Cabang Bogor.
PMKRI memandang bahwa krisis air ke depan bukan lagi isu teknis, tetapi isu keadilan sosial dan krisis ekologis. Perubahan iklim, eksploitasi lingkungan, urbanisasi, dan ketimpangan akses air menjadikan Perumda Tirta Pakuan sebagai institusi strategis, bukan sekadar BUMD administratif.
Karena itu, PMKRI mendukung Wali Kota Bogor untuk memilih figur direksi yang:
Memandang air sebagai warisan bersama, bukan aset kekuasaan
Mengelola Perumda sebagai institusi pelayanan hidup, bukan mesin laba
Menempatkan keberlanjutan ekologis sebagai fondasi kebijakan, bukan proyek tambahan
Melihat warga sebagai subjek pelayanan, bukan objek pelanggan
Dukungan ini tidak lahir dari kepentingan politik, tetapi dari kesadaran moral dan tanggung jawab sosial sebagai organisasi kader yang berpihak pada keadilan, kemanusiaan, dan keberlanjutan.
“Jika kota ingin panjang umur, maka air harus lebih dulu diperlakukan dengan adil. Dan keadilan itu dimulai dari siapa yang memimpinnya.”
PMKRI Cabang Bogor berharap proses seleksi Direksi Perumda Tirta Pakuan menjadi momen pendewasaan tata kelola kota: bahwa jabatan publik bukan ruang distribusi kuasa, tetapi ruang pengabdian terhadap kehidupan.
Dukungan ini tidak lahir dari kepentingan politik, tetapi dari kesadaran moral dan tanggung jawab sosial sebagai organisasi kader yang berpihak pada keadilan, kemanusiaan, dan keberlanjutan.
Jika kota ingin panjang umur, maka air harus lebih dulu diperlakukan dengan adil. Dan keadilan itu dimulai dari siapa yang memimpinnya.
PMKRI Cabang Bogor berharap proses seleksi Direksi Perumda Tirta Pakuan menjadi momen pendewasaan tata kelola kota: bahwa jabatan publik bukan ruang distribusi kuasa, tetapi ruang pengabdian terhadap kehidupan.
(red)






















